Lowongan Kerja Terbaru 2010 @ PT. Unilever Indonesia. As one of the largest companies engaged in the consumer products, PT. Unilever Indonesia has opened several job vacancy for the people – people who want a career in PT. Unilever Indonesia who’s have the motivation and high responsibility, to fill the position as below :
1. Asst Activation Implementation Manager
Location : Jakarta
2. Asst Visibility / Merchandising Manager
Location : Jakarta
3. Asst Sales Promotion Manager
Location : Jakarta
4. Asst Brand Manager Rexona
Location : Jakarta
5. HR Manufacturing Administrator
Location : Cikarang
6. Liaison Officer MT Direct Account
Location : Jakarta
For those interested and want to try to apply for the above positions, please click here for information about requirements and application delivery process.
This job information, we get from the official site for the career of PT. Unilever Indonesia at http://www.unilever.com/
Lowongan Kerja Terbaru 2010 @ PT. Unilever Indonesia valid until the end of Januari 2010. This information from www.lowongankerjass.com
Rabu, 30 Desember 2009
Sabtu, 19 Desember 2009
Lowongan Kerja Bank Syariah Mandiri Desember 2009
Lowongan Kerja Bank Syariah Mandiri Desember 2009. Informasi terbaru lowongan kerja ini diperoleh dari situs resmi PT. Bank Syariah Mandiri. Bagi siapa saja yang ingin melamar lowongan kerja di Bank syariah mandiri, silahkan klik pada posisi yang dikehendaki (pada tabel di bawah) untuk melamar pekerjaan secara online di PT. Bank Syariah Mandiri. Kami hanya menyediakan informasi saja.
Batas dari Lowongan Kerja Bank Syariah Mandiri Desember 2009 ini, berlaku sampai dengan akhir bulan Desember 2009
P.S. If you are interested to apply this Lowongan Kerja Bank Syariah Mandiri Desember 2009, please mention www.lowongankerjass.com in your application letter
| No | Lokasi | Posisi | Kode | Berlaku |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Seluruh Indonesia | Kepala Cabang | KC | 31 Des 2009 |
| 2 | Seluruh Indonesia | Manager Marketing | MM | 31 Des 2009 |
| 3 | Seluruh Indonesia | Manager Operasi | MO | 31 Des 2009 |
| 4 | Seluruh Indonesia | Manager Priority Banking | MPB | 31 Des 2009 |
| 5 | Seluruh Indonesia | Account Officer | AO | 31 Des 2009 |
| 6 | Seluruh Indonesia | Funding Officer | FO | 31 Des 2009 |
| 7 | Seluruh Indonesia | Back Office Officer | BOO | 31 Des 2009 |
| 8 | Seluruh Indonesia | Operations Officer | OO | 31 Des 2009 |
| 9 | Seluruh Indonesia | Customer Service Officer | CSO | 31 Des 2009 |
| 10 | Seluruh Indonesia | Domestic Clearing Officer | DCO | 31 Des 2009 |
| 11 | Seluruh Indonesia | Trade Service Officer | TSO | 31 Des 2009 |
| 12 | Seluruh Indonesia | Remittance Officer | RO | 31 Des 2009 |
| 13 | Seluruh Indonesia | Trade Service Clerk | TSC | 31 Des 2009 |
| 14 | Seluruh Indonesia | Frontliners | FRO | 31 Des 2009 |
| 15 | Seluruh Indonesia | Kepala Cluster Warung Mikro | KCWM | 31 Des 2009 |
| 16 | Seluruh Indonesia | Kepala Warung Mikro | KWM | 31 Des 2009 |
| 17 | Seluruh Indonesia | Officer Pengembangan Produk dan Aliansi – Mikro | OPPAM | 31 Des 2009 |
| 18 | Seluruh Indonesia | Analis Mikro | AM | 31 Des 2009 |
| 19 | Seluruh Indonesia | Collection Supervisor – Mikro | CSM | 31 Des 2009 |
| 20 | Seluruh Indonesia | Recovery Management Officer – Mikro | RMOM | 31 Des 2009 |
| 21 | Seluruh Indonesia | Collector Pembiayaan Bermasalah – Mikro | CPBM | 31 Des 2009 |
| 22 | Seluruh Indonesia | Penaksir Gadai | PG | 31 Des 2009 |
| 23 | Seluruh Indonesia | Management Development Program | MDP | 31 Des 2009 |
| 24 | Jakarta | Manager Produk | MP | 31 Des 2009 |
| 25 | Jakarta | e-Banking Officer | EBO | 31 Des 2009 |
| 26 | Jakarta | Distribution & Networking Officer | DNO | 31 Des 2009 |
| 27 | Jakarta | Service Quality Officer | SQO | 31 Des 2009 |
| 28 | Jakarta | Officer Pembina Cabang | OPC | 31 Des 2009 |
| 29 | Jakarta | Management Information System Officer | MISO | 31 Des 2009 |
| 30 | Jakarta | Human Resources Development Officer | HRO | 31 Des 2009 |
| 31 | Jakarta | Officer Pengadaan Renovasi dan Pemeliharaan Bangun | OPRB | 31 Des 2009 |
| 32 | Jakarta | Officer Pengadaan Utility Bangunan | OPUB | 31 Des 2009 |
| 33 | Jakarta | Drafter | DRA | 31 Des 2009 |
| 34 | Jakarta | Officer Analis Pembiayaan | OAP | 31 Des 2009 |
| 35 | Jakarta | Quality Assurance Officer | QAO | 31 Des 2009 |
| 36 | Seluruh Indonesia | Compliance Officer | CO | 31 Des 2009 |
| 37 | Jakarta | Risk Management Officer | RMO | 31 Des 2009 |
| 38 | Jakarta | Officer Pengawas Pembiayaan | OPP | 31 Des 2009 |
| 39 | Jakarta | Legal Officer | LO | 31 Des 2009 |
| 40 | Jakarta | Audit Team Leader | ATL | 31 Des 2009 |
| 41 | Jakarta | General Auditor | GA | 31 Des 2009 |
| 42 | Jakarta | Information & Technology Auditor | ITA | 31 Des 2009 |
| 43 | Jakarta | Database Administrator Audit | DAA | 31 Des 2009 |
| 44 | Jakarta | Pelaksana Administrasi Audit | PAA | 31 Des 2009 |
| 45 | Jakarta | Programmer | PRO | 31 Des 2009 |
| 46 | Jakarta | Analyst Officer | AOKP | 31 Des 2009 |
| 47 | Jakarta | Sekretaris | S | 31 Des 2009 |
P.S. If you are interested to apply this Lowongan Kerja Bank Syariah Mandiri Desember 2009, please mention www.lowongankerjass.com in your application letter
Senin, 07 Desember 2009
Seluk beluk CSR
by YuhUuu (my skripsi)
Sejarah perkembangan akuntansi di dunia yang berkembang pesat menyebabkan pelaporan akuntansi sebagai alat informasi yang mendasar bagi para investor dan calon investor untuk pengambilan keputusan menjadi semakin dibutuhkan. Dalam Anggraini (2006), dijelaskan bahwa salah satu informasi yang sering diminta untuk diungkapkan oleh perusahaan saat ini adalah informasi tentang tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility). Tanggung jawab sosial perusahaan itu sendiri dapat digambarkan sebagai ketersediaan informasi keuangan dan non-keuangan berkaitan dengan interaksi organisasi dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya, yang dibuat dalam laporan tahunan perusahaan atau laporan sosial terpisah.
Konsep tanggung jawab sosial perusahaan telah dikenal sejak awal 1970, yang secara umum diartikan sebagai kumpulan kebijakan dan praktik yang berhubungan dengan stakeholders, nilai-nilai, pemenuhan ketentuan hukum, penghargaan masyarakat, lingkungan, serta komitmen dunia usaha untuk berkontribusi dalam pembangunan secara berkelanjutan. Tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya merupakan kegiatan kreatif perusahaan dan tidak terbatas hanya pada pemenuhan aturan hukum semata, dijelaskan dalam Siregar (2007).
Masih banyak perusahaan tidak mau menjalankan program-program tanggung jawab sosial perusahaan karena melihat hal tersebut hanya sebagai pengeluaran biaya (Cost Center). Tanggung jawab sosial perusahaan tidak memberikan hasil secara keuangan dalam jangka pendek. Namun tanggung jawab sosial perusahaan akan memberikan hasil baik langsung maupun tidak langsung pada keuangan perusahaan di masa mendatang. Investor juga ingin investasinya dan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaannya memiliki citra yang baik di mata masyarakat umum. Dengan demikian, apabila perusahaan melakukan program-program tanggung jawab sosial perusahaan diharapkan keberlanjutan, sehingga perusahaan akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, program tanggung jawab sosial perusahaan lebih tepat apabila digolongkan sebagai investasi dan harus menjadi strategi bisnis dari suatu perusahaan.
Tanggung jawab sosial perusahaan di Indonesia sebenarnya tak perlu diragukan. Menurut Harahap (2007:405), hal tersebut terbukti dari keterlibatan perusahaan, baik langsung maupun melalui jalur pemerintah atau badan-badan sosial dalam mengatasi penyakit sosial dan memperbaiki/membantu sarana dan kegiatan sosial, seperti : mensponsori kegiatan olahraga, pembersihan polusi dan air limbah, membantu korban bencana alam, mendirikan sarana pendidikan, kesehatan, membantu/melaksanakan kegiatan keagamaan, beasiswa dan pengembangan karir. Bahkan kita telah memiliki UU No.4 Tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup yang bertujuan untuk mengatur pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan kebijakan nasional yang terpadu dan menyeluruh. UU ini kemudian diubah dan dituangkan dalam UU No. 3 tahun 1997 dengan topik yang sama. Ikatan Akuntan Indonesia pun telah mengeluarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.1 (Revisi 1998) paragraf sembilan yang secara implisit menyarankan untuk mengungkapkan tanggung jawab akan masalah lingkungan dan sosial :
Perusahaan dapat pula menyajikan laporan tambahan seperti laporan mengenai lingkungan hidup dan laporan nilai tambah (value added statement), khususnya bagi industri dimana faktor-faktor lingkungan hidup memegang peranan penting dan bagi industri yang menganggap pegawai sebagai kelompok pengguna laporan yang memegang peranan penting. (PSAK No.1 Revisi 1998).
Dalam Sembiring (2006), menjelaskan bahwa walaupun fenomena pengungkapan tanggung jawab sosial ini telah muncul lebih dari dua dekade, penelitian tentang praktek pengungkapan tanggung jawab sosial sepertinya terpusat di Amerika Serikat, United Kingdom, dan Australia. Hanya sedikit penelitian yang dilakukan di negara lain seperti Kanada, Jerman, Jepang, Selandia Baru, Malaysia, Indonesia dan Singapura.
Label:
CSR (my skripsi)

